BEHZAD.ID — Kapal induk bekas Angkatan Laut Italia, ITS Giuseppe Garibaldi (551), sedang dalam perjalanan menuju Indonesia dan diperkirakan tiba pada pertengahan September 2026.
Kapal perang tersebut disebut akan menjadi bagian dari kekuatan TNI Angkatan Laut (TNI AL) setelah proses hibah dari Pemerintah Italia rampung. Nama KRI Gajah Mada santer disebut sebagai nama yang akan disematkan pada kapal induk tersebut.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, membenarkan bahwa Giuseppe Garibaldi kini tengah berlayar menuju Indonesia.
Menurut Rico, kapal tersebut diperkirakan tiba sekitar pertengahan September 2026. Setelah resmi menjadi bagian dari kekuatan TNI AL, Giuseppe Garibaldi akan menggunakan bendera Indonesia dan mendapatkan nama baru.
“Untuk proses peresmian nama, commissioning, dan hal teknis lainnya, akan kami informasikan lebih lanjut setelah seluruh tahapannya selesai,” ujar Rico saat dikonfirmasi, Selasa (25/8/2026).
Dikawal Kapal Fregat Italia
Dalam perjalanan dari Italia menuju Indonesia, Giuseppe Garibaldi mendapat pengawalan sejumlah kapal fregat Italia, terutama ketika melintasi kawasan yang memiliki jalur pelayaran strategis.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan, kapal tersebut akan dikawal selama melewati Laut Merah, Teluk Aden, hingga Laut Arab.
“Selama melintasi Laut Merah-Teluk Aden-Laut Arab akan dikawal oleh beberapa kapal Fregat Italia,” kata Tunggul.
Pengawalan juga akan dilakukan ketika Giuseppe Garibaldi memasuki wilayah Indonesia. TNI AL menyiapkan sedikitnya dua kapal fregat untuk mendampingi kapal tersebut.
Selain kapal perang, pesawat udara dari Puspenerbal juga direncanakan ikut dalam rangkaian penyambutan. Pesawat tersebut bahkan akan melakukan on board ke Giuseppe Garibaldi sebagai bagian dari kegiatan saat kapal memasuki perairan Indonesia.
Bakal Ikut Sailing Pass HUT ke-81 TNI
Kedatangan Giuseppe Garibaldi di Indonesia juga akan menjadi bagian dari agenda awal TNI setelah kapal tersebut tiba.
Kapal induk eks Angkatan Laut Italia itu direncanakan ikut dalam kegiatan sailing pass sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.
“Sesuai rencana awal Garibaldi rencananya akan dilibatkan sebagai salah satu unsur Sailing Pass dalam rangka HUT TNI ke-81,” kata Tunggul.
Meski demikian, TNI AL belum menjelaskan secara rinci bentuk keterlibatan kapal tersebut dalam kegiatan peringatan HUT TNI.
Berlayar dari Italia pada 24 Agustus
Giuseppe Garibaldi mulai meninggalkan Italia pada Senin (24/8/2026) malam waktu setempat atau Selasa (25/8/2026) dini hari waktu Indonesia.
Pelayaran menuju Indonesia diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga pekan. Kapal tersebut direncanakan melewati Terusan Suez sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Asia.
Dalam perjalanan, Giuseppe Garibaldi juga dijadwalkan singgah di Jeddah, Arab Saudi, dan Colombo, Sri Lanka, sebelum meneruskan pelayaran menuju Indonesia.
Setelah tiba di Indonesia, kapal tersebut akan menjalani proses penyesuaian sebelum nantinya digunakan oleh TNI AL.
DPR Setujui Hibah Kapal Induk dari Italia
Rencana kedatangan Giuseppe Garibaldi tidak terlepas dari keputusan DPR RI yang menyetujui permohonan pemerintah untuk menerima hibah kapal tersebut dari Pemerintah Republik Italia.
Persetujuan itu diberikan dalam rapat paripurna DPR RI pada Selasa (21/7/2026). Sebelumnya, Komisi I DPR RI telah membahas permohonan pemerintah terkait penerimaan hibah alat peralatan pertahanan dan keamanan dari luar negeri.
Ketua DPR RI Puan Maharani kemudian meminta persetujuan anggota dewan dalam rapat paripurna.
Persetujuan tersebut disambut serempak oleh anggota DPR dengan jawaban “setuju” dan kemudian disahkan melalui ketukan palu pimpinan sidang.
Dengan proses tersebut, Giuseppe Garibaldi selangkah lebih dekat untuk menjadi bagian dari kekuatan pertahanan Indonesia.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, kapal yang sebelumnya memperkuat Angkatan Laut Italia tersebut akan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026 dan menjalani proses berikutnya sebelum resmi digunakan oleh TNI AL.












